Tinggalan “Batu Bulek” dan Toponimi Nagari Batu Bulek

November 19, 2016

Tayang TVRI Nasional, 19 November 2016 ||

Kemunculan sebuah nama tempat adakalanya dilatarbelakangi oleh suatu riwayat yang pernah terjadi pada rentang waktu tertentu. Ada rentetan cerita yang serta merta membuat nama tersebut muncul ke permukaan. Berada sekitar 27 km dari pusat kota Batusangkar, Ibukota kabupaten Tanah Datar. Adalah Jorong Kawai, Nagari Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Daerah nan khas dengan lukisan alam dari hijaunya sawah yang terhampar luas seakan tak memiliki batas dalam pandangan mata.

Tak jauh dari Masjid Jihad, tepat di depan Pos Kesehatan Nagari Kawai, kita dibuat terpesona manakala melihat sebuah batu besar yang tegak di sudut halaman. Batu sebentuk bulat dengan diameter berkisar 1,5 meter. Pada tapaknya, batu-batu melebihi kepalan tangan mengeliling. Sedang empat buah batu pipih dipasang membujur, seolah memagari batu yang disebut masyarakat setempat sebagai batu bulek (bahasa minang, arti: batu bulat).

Konon, keberadaan batu tersebut erat kaitanya dengan sejarah penerukaan wilayah pada masa silam. Tatkala menempuh hulu Batang Tampo, sejumah orang utusan terkejut kala menemukan setumpuk batu. Batu dalam bentuk aneh. Batu bulat berada di tengah-tengah, dikelilingi oleh empat buah batu pipih. Maka berlarilah mereka bersama menyampaikan penemuan itu kepada Datuak Rajo Suaro. Raja nagari itu pun tertarik meninjau batu itu. Dan manakala menyaksikkannya langsung, bukan alang kepalang gembiranya hati Datuak Rajo Suaro melihatnya. Tampak sang raja begitu menyukai batu itu. Dan kelak, daerah penemuan batu tersebut dinamakai Suko Rajo.

Keberadaan batu bulat tersebut kemudian diduga menjadikan toponimi  nama Nagari “Batu Bulek” secara administratif. Hingga kini, tak sedikit orang yang sengaja datang untuk melihat keberadaan batu tersebut.

Batu Bulek adalah menjadi bagian dari jorong Kawai pada khususnya, serta nagari Batu Bulek (sesuai dengan namanya) dan kecamatan Lintau Buo Utara pada umumnya—bahkan Kabupaten Tanah Datar dan Sumatera Barat dalam ruang lingkup yang lebih besar.

Batu Bulek layaknya jejak atas tiap-tiap langkahan masa lalu utamanya bagi masyarakat sekitarnya. Batu Bulek hadir dalam bentuk eksotis secara kasat mata dan sarat akan naungan kontemplatif dalam cerita-cerita di belakangnya.

Batu Bulek, semoga tidak tersia-sia.

Leave a Reply:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.