Menapak Jejak Rumah Gadang di Nagari Cubadak

Juni 30, 2019

Berjarak sekitar 9 kilometer dari Batusangkar, Ibukota Kabupaten Tanah Datar dan lebih kurang 100 km dari Kota Padang, Ibukota Provinsi Sumatera Barat. Sebuah wilayah, sarat hamparan sawah nan menyejukkan mata. Sepoi anginnya pun tak kalah menenteramkan jiwa.

Adalah Nagari Cubadak, wilayah yang terdiri dari dua Jorong: Cubadak dan Supanjang. Siapa duga? Di sini masih terjaga sebuah perwujudan karya adiluhung nenek moyang dalam memenuhi kebutuhan ruang: dalam wujud Rumah Gadang.

Rumah Gadang, tidak hanya menjadi identitas masyarakat Minangkabau yang sarat akan makna dan filosofi, melainkan juga menjadi bentuk sumber daya budaya yang memiliki signifikansi, dari sisi arsitektur, teknis struktur, maupun lansekap wilayah.

Pada mulanya Rumah Gadang dibangun secara gotong royong yang dipimpin oleh niniak mamak dengan menghimpun potensi kaum yang ada. Kemudian Rumah Gadang akan dimiliki secara turun temurun dengan cara diwariskan.

Kondisi saat ini, keberadaan Rumah Gadang semakin berkurang, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Banyak faktor yang menjadi pemicu: komponen bangunan yang mengalami pelapukan dan kerusakan, kesulitan mencari bahan penggantian, hingga gencarnya pembangunan berorientasi modern, serta merta menjadikan Rumah Gadang mengalami degradasi secara fisik dan dekadensi dari sisi nilai.

Dari inventarisasi dan identifikasi yang dilakukan, Nagari Cubadak memiliki 15 Rumah Gadang: 7 Rumah Gadang berada di Jorong Cubadak dan 8 Rumah Gadang di Jorong Supanjang.

Semoga, keberadaan bangunan Rumah Gadang senantiasa terlestari. Tonggaknya masih kokoh berdiri, dinding papannya tetap tersusun rapi, gonjongnya terus menjulang tinggi. Sehingga anak-cucu kita nanti, di halamannya pun terlihat asyik berlari-lari. Bahagia menikmati hari. Dan, selamanya…. Rumah Gadang akan terus menjadi saksi. Sepanjang tumbuhnya generasi demi generasi. Semoga….

Leave a Reply:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.